real estate menu left
real estate menu right
real estate company logo
Sinopsis PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 17 May 2016 10:39

SINOPSIS

DISUSUN OLEH:

DIAN NOVITA SARI      (13/XII IA 3)

 

Cerita Rakyat Nusantara

Cindelaras

Disebuah hutan di Kerajaan Kahuripan, tinggallah seorang wanita dan anak laki-lakinya. Wanita itu bernama Dewi Sekartaji sebenarnya Dewi Sekartaji adalah permaisuri Raden Inu Kertapati. Namun karena Dewi Sekartaji hanyalah rakyat biasa maka ibunda Raden Inu Kertapati tidak mensetujuinya. Dan tidak rela karena putranya seoramg raja akan mempersunting rakyat biasa.

Oleh karena itu ibunda Raden inu memerintahkan kepada prajurit untuk membunuh Dewi Sekartaji. Prajurit bergegas melaksanakan perintah dari ibunda Raden Inu. Pada suatu malam yang sunyi, di situlah Dewi Sekartaji diculik dan dibawa ke hutan. Ketika prajurit akan membunuh Dewi Sekartaji prajurit tidak tega untuk membunuh Dewi Sekartaji karena ada yang aneh pada tubuh permaisuri. Ternyata Dewi Sekartaji telah mengandung anak dari Raden Inu.

Prajurit menyuruh permaisuri untuk pergi ke hutan dan menjauh dari Kerajaan Kahuripan. “Pergilah yang jauh putri! Karena ibunda Raja Inu akan melakukan semua hal demi melenyapkan putrid.” Seru pengawal.

Kemudian Dewi sekartaji berlari dengan kesedihan yang dalam karena berpisah dengan suami yang dicintai dan akan hidup sendiri dihutan. Lalu Dewi Serkartaji bertemu dengan seekor harimau putih.

“Jangan bersedih putri! Aku akan menemani disetiap hari kmu menjalani kehidupan didalam hutan.” Kata harimau yang bijak.

Waktu terus berjalan Dewi Sekartaji pun telah melahirkan anak laki-laki yang gagah, berani dan cerdas dan diberi nama Cindelaras. Kemana-mana Cindelaras bersama harimau putih untuk mencari bahan makanan. Cindelaras sudah lama inggin memelihara ayam. Ditengah perjalanan Cindelaras bertemu dengan seekor Elang yang membawa satu telur ayam yang bulat sempurna. Lalu Cindelaras meminta telur itu kepada Elang dengan baik tapi ternyata Elang Sombong, tapi Cindelaras tidak kehabisan akal. Kemudian Cidelaras mencari akal agar telur yang ada diparuhnya dapat lepas. Akhirnya dapat lepas dan ditangkap Cindelaras dengan sigap.

Cindelaras inggin menetaskan telurnya tapi siapa yang akan menggerami telur ini. Harimau usul berikan pada ular sanca agar menjadi ayam yang sakti. Cindelaras setuju, ular akan menggerami telur selama 40 hari.

Akhirnya telur menetas dan menjadi ayam jantan yang garang. Cindelaras berteman dengan ayam. Mereka bertiga sering ke hutan untuk mencari bahan makan. Cindelaras melihat pohon besar dan tinggi kemudian Cindelaras naik dan melihat istana yang mengadakan pertarungan ayam. Ayam Cindelaras memberontak inggin ikut. Tapi Cindelaras tidak punya  apa-apa untuk ditaruhkan, maka Cindelaras memberanikan diri.

“Baginda hamba menantang ayam baginda jika ayam hamba kalah potong saja leher hamba.” Baginda takjub dengan keberaniaannya maka jika ayam baginda kalah kalah maka baginda akan meberikan setengah istana. Akhirnya ayam Cindelaras yang menang.

Kemudian Cindelaras bergegas pulang takut ibunya khawatir dan mencari. Dan baginda menyuruh pegawal menyiapkan kuda untuk mengantar Cindelaras.

Sesampainnya didepan gubuk, ibu Cindelaras kaget karena dikawal pengawal yang rajanya adalah suaminya dan sebliknya Raden Inu kaget melihat istrinya yang hilangg lama masih hidup.

Setelah melepas rindu akhirnya menceritakan kepada Cindelaras yang sesungguhnya. Cindelaras menjadi putra mahkota.  Kemudian Raden Inu Kertapati beregas pulang ke Kerajaan Kahuripan dengan tidak lupa mengajak istri dan anaknya. Dan menjadi keluarga yang bahagia.

SINOPSIS

oleh : Iraniza Pradevi - 25- XI IA 3

LAILA MAJNUN

Sebuah kisah cinta, yang tak seperti kisah cinta yang lainnya. Cinta biasanya hanya tertuju pada hayalan semata. Cinta, bisa hadir di mana saja, kapan saja, siapa saja, dan tak tau kapan datangnya. Terkadang cinta nyaris membuat sang pecinta itu menjadi gila karenanya. Seperti kisah cinta Majnun kepada Laila.

Kisah yang jauh berbeda dengan yang lain. Majnun memiliki nama asli Qays Al-mullawah, ia mendapatkan julukan Majnun [bodoh], karena kebodohannya mencintai Laila. Di mana kecintaan telah membuat majnun sukarela menanggalkan egonya. Majnun mencintai Laila dengan kebodohannya, kebodohan di sini tak seperti kebodohan mencintai dengan hayalan semata atau karena nafsunya. Namun, majnun mencintai Laila dengan sangat tulus, cinta majnun terhadap Laila adalah sebuah metafora dari cinta majnun terhadap tuhannya.

Laila seorang gadis yang cantik yang menyukai majnun dalam diamnya, Laila menyembunyikan perasaannya terhadap majnun dengan serapat-rapatnya, hingga tak seorang pun mengetahuinya. Begitupun juga Majnun, mencintai Laila dengan sebenar-benarnya cinta, sampai ia rela menanggalkan egonya demi seseorang yang dicintainya. Menyampaikan semua perasaannya lewat seulas syair yang terbawa angin. Majnun selalu berharap agar syair-sayir yang ia lantunkan dapat didengar oleh gadis impiannya yaitu Laila.

Hasrat majnun tumbuh semakin besar hari demi hari, sementara nama baiknya terpuruk hari demi hari. Namun demikian, sanak keluarganya tidak pernah berputus asa  mengajak Majnun untuk kembali pada tujuan hidupnya. Setiap orang selalu menanyakan apakah tujuan hidup majnun yang sebenarnya, tetapi majnun selalu menjawab, bahwa tujuan hidupnya adalah Laila gadis pujaanya.

Pernah suatu ketika seorang musafir melewati tenda penginapan Laila. Saat itu sang musafir sedang melantunkan sebait syair. Ketika Laila mulai mendengar kata-kata itu ia mulai menangis tersedu-sedu. Ia tidak menyadari, bahwa ia sedang diawasi oleh teman-temannya. Dengan bersembunyi dibalik semak mawar , temannya itu menyaksikan segalanya, ungkapan cinta Laila, keterkejutannya akan syair-syair yang dilantunkan oleh musafir tersebut. Laila sangat menyadari bahwa lelaki yang ia cintai, sedang mencari-carinya, menanyakan keadaanya. Dibalik semua syair yang musafir itu lantunkan, Laila pun menjawabnya dengan terisak-isak.

Telah lama Majnun menanti penantian yang tak pernah ia tahu kapan ia akan datang. Sampailah di ujung penantian, Majnun terjatuh, menangis, dan tak mempercayai akan hal ini, bahwa di jauh sana ia melihat sebuah nisan yang bertuliskan nama Laila. Sempat majnun tak mempercayainya bahwa Laila gadis pujaannya telah terbaring pulas dalam kegelapan. Disamping makam Laila, majnun sering melantunkan syair-syairnya yang indah, ia tak pernah pergi dari sisi makam Laila. Sampai akhirnya Majnun pun mulai merasakan lelah sebab penantianya tak pernah kunjung datang. Majnun pun kini telah menghembuskan nafas terakhirnya di samping makan gadis pujaanya.

Kalau ada kisah cinta antar laki-laki dan perempuan yang paling masyuhur dari dunia islam, itu adalah kisah cinta Laila dan Majnun. Berbeda dengan kisah-kisah cinta lain yang berorientasi fisik dan romantisme. Kisah cinta dari Dunia Timur, dan telah diceritakan secara turun-temurun, sampai Asia Tengah jauh sebelum dunia mengenal kisah romeo dan Juliet.

Sinopsis  Novel

Pleh : Sri Megawati

PERAHU KERTAS

Perahu Kertas dimulai dengan kisah seorang anak muda bernama Keenan. Ia seorang remaja yang baru saja menyelesaikan sekolah menengah atas-nya di Belanda, tepatnya di Amsterdam. Keenan menetap di Negara tersebut selama hampir 6 tahun lamanya, bersama sang nenek. Keenan terlahir dengan cita-cita menjadi pelukis. Namun, ia dipaksa untuk kembali ke Indonesia oleh sang Ayah. Keluarganya tidak mendukung Keenan menjadi seorang pelukis. Ia pada akhirnya memulai perkuliahan di salah satu Universitas di Bandung. Ia mengalah dan memutuskan untuk belajar di Fakultas Ekonomi.

Tokoh sentral lainnya adalah wanita bertubuh mungil bernama Kugy. Ia digambarkan dengan kepribadian yang riang dan ceria. Berbeda dengan Keenan yang cenderung dingin dan kaku. Kugy juga merupakan sosok yang eksentrik pun nyentrik. Ia akan sangat mudah dikenali jika ada di dalam kerumunan. Kugy menggilai dongeng dan kisah klasik. Sedari kecil ia bercita-cita menjadi seorang penulis dongeng. Ia memiliki sejumlah koleksi buku dongeng, ingin penjadi seorang perancang dongen pun juru dongeng. Namun di tengah impiannya yang menggebu, kenyataan memaksanya sadar bahwa penulis dongen bukan profesi yang banyak menghasilkan materi. Kugy dipaksa untuk menyimpan mimpinya demi sebuah rasionalitas pun realisme. Meski demikian, tokoh Kugy ini tidak patah arang. Ia mencintai dunia tulis-menulis. Hal ini yang membuat ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Sastra di salah satu Universitas di Bandung. Tempat kuliah yang sama dengan tokoh lainnya, Keenan.

Pertemuan antara kedua tokoh ini tak terlepas dari tokoh lain yakni Noni dan Eko. Noni tokoh pendukung cerita yang merupakan sahabat dekat Kugy. Sementara itu, Eko adalah sepupu Keenan. Pertemuan pertama Kugy dan Keenan adalah momen dimana Eko dan Noni menjemput Keenan yang baru tiba di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, Kugy pun Keenan menjalin persahabatan bersama Eko dan Noni. Diam-diam, mereka saling mengagumi. Kugy yang senang bercerita lewat dongeng merasa takjub bertemu dengan Keenan, seseorang yang mampu bercerita lewat gambar. Mereka diam-diam jatuh cinta dalam diam. Namun, kondisi menuntut mereka untuk terus diam dan menebak. “Diam”-nya mereka terhadap perasaan masing-masing semakin menjadi dikarenakan Kugy telah memiliki pacar bernama Ojos atau Joshua. Sementara itu, Keenan yang belum memiliki pasangan, hendak dijodohkan dengan tokoh bernama Wanda. Wanda sendiri adalah seorang Kurator. Hal ini yang membuat Eko juga Noni bersemangat mendekatkannya dengan Keenan yang jago melukis.

Persahabatan Kugy, Keenan, Eko dan Noni berjalan apa adanya. Namun lambat laun mereka renggang. Kugy sibuk dengan muridnya di sekolah darurat. Ia menjadi salah satu guru relawan. Ia mengajar dengan cara mendongeng. Anak-anak yang semula usil pada Kugy, berbalik suka berkat dongeng petualangan berjudul “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Dongeng tersebut dituliskan Kugy dalam sebuah buku. Di waktu mendatang, buku dongeng tersebut ia berikan pada Keenan.

Lain lagi dengan Keenan, ia juga sibuk dengan kehidupannya termasuk kedekatannya dengan Wanda. Pada mulanya, hubungan mereka baik-baik saja. Namun, beberapa waktu hubungan tersebut menjadi pelik dan menghentak Keenan. Ia menyadari bahwa apa yang ia berusaha bangun, hancur dalam hitungan waktu semalam. Ia sedih, remuk dan kecewa. Keenan pun memutuskan untuk meninggalkan Kota Bandung menuju Kota Bali. Di Pulau Dewata tersebut, Keenan tinggal dengan Pak Wayan. Sahabat ibunya.

Sebelum pergi, Kugy memberi Keenan buku dongen “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Keenan membawanya ke Bali. Di tempat Pak Wayan, perlahan Keenan membangun hidup dan mimpinya kembali. Ia hidup bersama banyak seniman dan menjadikan naluri seninya dalam melukis semakin terasah. Di Bali, Keenan mengagumi Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Pada akhirnya, Setelah beberapa waktu, Keenan menjadi salah satu pelukis yang karyanya diburu. Ia menciptakan serial lukisan yang digemari kolektor. Kisah tersebut adalah dongeng yang sebelumnya Kugy berikan.

Sementara itu, selepas kuliah Kugy kembali ke Jakarta dan menjadi seorang Copywriter. Ia kemudian menjalin hubungan dengan atasannya yang juga merupakan karib kakaknya. Ia dan Remi menjalin hubungan meski diam-diam Kugy masih sering mengenang Keenan. Sampai suatu waktu, Kugy kembali bertemu dengan Keenan yang terpaksa meninggalkan Bali karena ayahnya terkena serangan stroke. Keenan harus melanjutkan perusahaan ayahnya. Pertemuan Kugy dan Keenan di kondisi yang berbeda ini membuat mereka tak bisa lagi menahan perasaan masing-masing.

Sinopsis

NikenFirda M K ( XI IA 3)

Judul                                :5 CM

Penulis                             :DhonnyDirghantoro
Penerbit                           :PT. Grasindo
JumlahHalaman                 :381
TahunPertamaTerbit          :2005

Cerita berawal dari sebuah tongkrongan lima orang yang mengaku “manusia-manusia agak pinter dan sedikit tolol yang sangat sok tahu” yang sudah kehabisan pokok bahasan di saat-saat nongkrong sehingga akhirnya cuma bias ketawa-ketawa. Mereka adalah Arial, Riani, Zafran, Ian, dan Genta. Arial adalah sosok yang paling ganteng diantara mereka. Riani pakai kacamata, cantik, cerdas, dan seorang N-ACH sejati. Zafran seorang penyair yang selalu bimbang. Ian, badannya gendut, subur, kepalanya botak plontos. Genta dianggap “the leader”, dengan badan agak besar dengan rambut agak lurus berjambul.

 

Picture of You-nya The  Cure terdengar lembut dari tape mobil Ian di sepanjang jalan Diponegoro, Menteng. Lima orang di dalam mobil itu baru aja makan bubur ayam di Cikini. Mereka sepakat, untuk entah keberapa kalinya, pergi ke rumah Arial. Halaman rumah Arial luas dan asri. Semuanya teringat, tiga tahunan yang lalu ketika mereka baru berempat dan belum jadi “Power Rangers”. Tiba-tiba, “Mungkin sebaiknya kita nggak usah ketemu dulu,” Genta mengalirkan kalimat pendek. “Kita ketemu lagi tanggal 14 Agustus yah,” Genta meyakinkan teman-temannya. “Pokoknya nanti gue bikin reminder untuk tanggal 14 Agustus di handphone, tanggal 7 Agustus gue kasih tau planningnya aja lewat SMS, di mana kita akan ketemuan,” lanjut Genta.

7 Agustus jam 09.00 pagi, Genta mengirim SMS kepada 4 temannya. Selamat pagi semuanya gw kangeeeen bgt sm kalian semua, sumpah! Tgl 14 agt nanti qta ktm di stasiun kereta api senen jam 2 siang. Trus kl ada acara dr 14 – 20 Agustus lo batilin dulu yaa. Please... ini yg hrs dibw kl gak ada minjem ya. Kan ada wkt seminggu: Carrier. Bajuanget yg bnyk.senter dan batere. Makanan dan snack buat 4 hari.... kacamata item.betadine,obat.sendal sepatu.kl bs mulai hari ini olahraga kecil kecilan, apalagi buat Ian.gitu aja ya.sampai ktm distasiun senen jam 2. Genta yg lg kangen.

14 Agustus. Satu lebih tiga puluh lima menit. Siang itu daerah Senen panas sekali. Di stasiun Senen, Genta dengan bawaannya yang superbanyak, menikmati makan siang di salah satu restoran Padang di situ. Tiba-tiba sosok Zafran terlihat oleh Genta dengan carriernya yang gede, baju oranye menyala, celana pendek, dan kacamata eighties ala Erik Estrada di film CHIPs-membuat Zafran terlihat nyentrik. Sosok Ian dan Riani penuh senyum berlari kecil memasuki Restoran Padang. Arial datang dengan membawa adiknya, Dinda.

Pukul setengah tiga lebih, mereka berenam plus barang bawaan yang mirip rombongan pecinta alam pun menuju ke kereta yang siap berangkat. Kereta ekonomi MATARMAJA yang entah sudah berapa tahun melayani trayek Malang-Jakarta pulang pergi ini tampak begitu tua dan kumuh, dengan kaca-kaca yang sudah pecah. Setelah membereskan barang bawaan, mereka duduk berenam, berhadap-hadapan. Riani dan Dinda duduk berhadapan di pojok dekat jendela. Genta di sebelah Riani berhadapan dengan Arial, dan Zafran di sebalh Arial berhadapan dengan Ian. Lima menit kemudian kereta pun mulai bergerak meninggalkan Stasiun Senen. Kereta bergerak perlahan dengan sesekali mengeluarkan angin dari sambungan gerbongnya.

Ian lalu lancar bercerita tentang jumpalitannya selama dua bulan. Ia yang pantang menyerah, dua kali penolakan kuisionernya, menakjubkannnya Sukonto Legowo, Mas Fajar, keriputnya tangan Papa-Mama, sidangnya, pokonya semua Ian ceritakan. Arial mulai bercerita tentang Indy, wanita yang telah merebut hatinya, Indy yang tampangnya biasa aja tapi enak dilihat dan nggak bikin bosen. Indy yang selalu mengisi hari-hari Arial selama ini.

Setengah malam telah lewat. Kereta tua yang tak kenal lelah itu mulai menyapa kota-kota di Jawa Tengah, melaju cepat di atas tanah Jawa di malam hari. Jalan desa dan jalan kota-kota tua yang damai dan sepi. Setengan tiga malam di Stasiun Lempuyangan, Jogjakarta. Genta, Riani, Zafran, dan Dinda turun dari kereta, menginjakkan kaki di ubin putih yang mulai kekuningan di stasiun Lempuyangan Jogjakarta. Mereka berjalan ke toilet stasiun yang ada di antara para pedagan yang masih mencari rezeki di malam yang terasa lain di hati mereka berempat.

Mereka berempat segera berjalan masuk ke kereta. Perlahan tapi pasti, kereta mulai berjalan meninggalkan Stasiun Lempuyangan. Kereta mulai melaju cepat melewati hutan jati antara Madiun dan Nganjuk. Keenam anak manusia ini pun sudah dari kantuknya, mulai bercanda lagi di kereta. Pagi di luar sangat cerah seakan berdatangan menyambut rombongan yang jauh dari rumah ini.

Pukul setengah tiga lebih mereka tiba di Stasiun Malang. Matahari sore yang sudah enggan mengeluarkan panasnya datang menyambut. Sebelum meninggalkan kereta, sekali lagi mereka pandangi kereta yang terdiam lelah setelah berlari seharian penuh; kereta yang dalam diamnya telah banyak bercerita tentang beragam manusia. Di stasiun Malang, rombongan pecinta alam itu menarik perhatian banyak orang. Rasa  pegal-pegal belum hilang benar dari badan mereka sehingga mereka putuskan untuk duduk sebentar di bangku stasiun yang panjang-meluruskan kaki dan menghilangkan penat.

Matahari sore masih tersisa sedikit, menembus pepohonan di jalan desa kecil. Sore itu di Tumpang banyak sekali kesibukan jip-jip menunggu pendaku yang mulai berdatangan dengan berbagai macam tas carrier besar. Penampilan mereka mirip semua karena memang mempunyai tujuan yang sama: MAHAMERU.

Mereka mulai melangkah, menyusuri jalan berbatu desa yang akhirnya berbelok ke jalan setapak kecil menuju ke punggung Mahameru. Perjalanan berlanjut menembus-mendaki pinggir hutan punggung Mahameru.Dari ketinggian pinggiran lereng hutan Mahameru, Ranu Kumbolo perlahan muncul seperti tetesan air raksasa yang jatuh dari langit dan membesar di depan mereka.

Pukul 02.00 malam, dingin di atas tiga ribu meter. Rombongan itu berdiri di depan tenda. Keenam anak manusia itu tertegun melihat Mahameru dalam gelap malam. Rombongan mulai bergerak, berjalan melewati hutan cemara yang gelap. Puncak Mahameru seperti sebuah gundukan pasir mahabesar dengan tebaran batu karang gunung di mana-mana. Jalur pendakian terlihat terang dipenuhi sinar bulan dan cahaya senter para pendaki mulai mendaki Mahameru.

Matahari pagi tujuh belas Agustus pun terbit, sinar matahari yang hangat menyapa badan dingin mereka. Keenam anak manusia itu seperti melayang saat menjejakkan kaki di tanah tertinggi di Pulau Jawa. Waktu seperti terhenti, dataran luas berpasir itu seperti sebuah papan besar menjulang indah di ketinggian menggapai langit, di sekeliling mereka tampak langit biru­-sebiru-birunya-dengan sinar matahari yang begitu dekat. Awan putih berkumpul melingkar di bawah mereka di mana-mana, asap putih tebal yang membubung di depan mereka sekarang terlihat jelas sekali kepulannya. Para pendaki tampak berbaris teratur di puncak Mahameru. Di depan barisan tertancap tiang bendera bambu yang berdiri tinggi sendiri dengan latar belakang kepulan asap Mahameru dan langit biru.

Sepuluh tahun kemudian, Minggu pagi di secret garden. Keluarga besar itu berkumpul di bungalow secret garden. Riani dan Dinda memejamkan matanya. Sekarang mereka menjadi seorang ibu. Bungalow secret garden hari itu penuh dengan doa, mimpi, dan keyakinan tulus di hati anak manusia. Semuanya saling pandang dan tersenyum hangat satus ama lain.

 

Sinopsis

Judul             : Munajat Cinta

Pengarang        : Taufiqurrahman al-Azizy
penerbit          : Diva Press

Tahun Penerbit :  2008

Dimensi            : 20cm x 14cm

Tebal                : 416 halaman

“Sudahkah engkau temukan dirimu, Ayda?” “Sudah, Ayah. Insya Allah...” “Jadi, siapa dirimu?” “Saya bukan siapa-siapa...” “Alhamdulillah, kalau begitu. Lalu, apa yang engkau lihat sekarang?” “Saya melihat kebenaran firman-Nya bahwa Dia telah menciptakan manusia dengan seindah-indahnya. Sayang sekali, keindahan inisering kali dibuat buruk oleh manusia itu sendiri...” Terpujilah Allah kita, Nak.

Semoga Dia mengaruniai ketabahan dan kesabaran pada kita. Sudah siapkah engkau jika sewaktu-waktu Allah memanggil ayahmu ini? Cepat atau lambat, sayapun akan menghadap-Nya, Ayah... Itulah petikan percakapan terakhir Ruwayda dan ayahnya. Ruwayda, seorang gadis yang diberkahi dengan kecerdasan istimewa, lahir dari keluarga kaya, tiba-tiba harus berhadapan dengan kenyataan pahit yang menimpa keluarganya. Ayahnya bangkrut! Cita-citanya untuk menjadi mahasiswi kandas.

Hampir setiap hari kedua orang tuanya teribat pertengkaran karena utang dan kekurangan. Jiwa Ruwayda terguncang. Kebangkrutan telah memorak-porandakan keharmonisan cinta ayah dan ibunya. Di atas tanah perkuburan Paponan di daerah Parakan, Ruwayda sampai pada kondisi kejiwaan yang amat kritis! Antara enjadi pelacur agar bisa memperoleh uang cepat atau mengakhiri hidup yang penuh sengsara ini. Ia kehilangan pesona imannya sebagai muslimah gara-gara belenggu uang, cinta, harga diri, dan kebahagiaan. Novel religus ini menuturkn dengan sangat kuat pergulatan jati diri penuh liku seorang gadis mencari kesejatian hidup, cinta, dan imannya.

Sebuah novel yang penuh intrik, kemelut, tegangan, getaran, kasih sayang, sekaligus air mata... Taufiqurrahman al Azizy dikenal luas sebagai novelis muslim terkemuka yang melejitkan genre sastra religius di negeri ini. Melalui Trilogi Makrifat Cinta: Syahadat Cinta, Musafir Cinta dan Makrifat Cinta dan Kitab Cinta Yusuf Zulaikha, disusul Dwilogi Munajat Cinta ini, ia berakwah secara besahabat dan menyenangkan. Semua karyanya diterima luas sehingga dinobatkan sebgai National Best Seller, sebgaian telah diterjahmakn ke dalam bahasa asing. ISBN: 979-963-458-x

Sinopsis"Ku"

SERI TOKOH DUNIA

ALBERT EINSTEIN

AZIZAH NIKEN AYU WIDOWATI (11/XI IA 3)

Albert Einstein adalah seorang fisikawan yang mendapatkan nobel atas penemuannya yaitu Teori Relativitas E = mc2 dan berkat teorinya tersebut, ia dikenal diseluruh dunia. Albert dilahirkan dari sepasang suami istri yang beralirkan Yahudi yakni, Hermann Einstein  dan Paulina Koch di kota Ulm, Jerman pada tanggal 14 Maret 1879. Ketika ia berusia 3 tahun, Albert masih belum bisa berbicara. Karena kedua orangtuanya khawatir akan perkembangan Albert, maka akhirnya mereka pergi ke dokter untuk menanyakan hal tersebut dan dokter mengatakan bahwa Albert tidak ada kelainan apapun dan sebentar lagi ia akan mulai berbicara. Ketika ia sudah bisa berbicara, ia selalu menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang aneh pada ayahnya. Misalnya, “Kenapa jarum kompas selalu menuju ke utara?” atau “Apakah magnet itu?” dan lain sebagainya.

Albert sangat menyukai belajar dan bermain biola sejak umur 6 tahun, sementara Maya adik Albert gemar belajar piano. Ia merasa bahwa biola adalah teman abadinya untuk berbagi suka maupun duka yang sedang dialaminya. Di tahun 1880, Albert sekeluarga pindah ke Munich. Ia masuk sekolah Khatolik yang mempunyai anggapan bahwa orang Yahudi adalah pengkhianat. Setelah mengetahui anggapan tersebut, lalu ia berlari pulang ke rumah untuk menanyakan kepada ayahnya, “Apakah orang Yahudi jahat, pa?”. Namun, dengan lembut ayahnya menjawab, “Setiap bangsa ada yang memiliki sifat yang baik dan yang jahat dan kamu tak usah khawatirkan Albert”. Kemudian Albert mengerti akan ucapan ayahnya lalu ia tersenyum kepada ayahnya tersebut.

Pada tahun 1889, Albert melanjutkan sekolah menengah di Luitpold. Pada bulan Maret 1895 ia berhenti sekolah menengah dan pulang ke Milan setelah sebelumnya ia berpindah ke Italia bersama keluarganya pada tahun 1894. Dan pada saat itu ia melepaskan warga Negara Jerman pada usia 16 tahun.

Ketika pada usia 17 ia melanjutkan kuliahnya di Institut Politeknik Swiss dan diusia 24 tahun Albert menikah dengan Mileva Mervick, namun pernikahannya dengan Mileva tak berlangsung lama. Mereka dianugerahi 2 anak sebelum mereka akhirnya memutuskan untuk bercerai.

Kemudian ia memperoleh gelar Doktor dari Universitas Zurich dan mengumumkan penemuan Teori Relativitas miliknya pada tahun 1905 dan menyelesaikannya di tahun 1916. Di tahun 1919 tim pengamat Gerhana Matahari Total Inggris menyatakan kebenaran “Teori Relativitas” Albert Einstein tersebut.

Pada tahun 1920 diusia 41 tahun Albert resmi mengajukan minat menjadi warga Negara Jerman lagi. Namun, di tahun 1933 ia melepaskan kewarganegaraannya itu lagi. Kemudian ia memperoleh kewarganegaraan Amerika di tahun 1940 pada usia 61 tahun. Dan diusia 67 tahun ia menjadi ketua Lembaga Ilmuwan Bom Atom dan mengatakan posisinya yang anti bom diusia 73 pada tahun 1952.

Pada tanggal 18 April 1955 Albert Einstein meninggal dunia akibat sakit jantung diusia 76 tahun setelah urusannya menjadi seorang ilmuwan selesai.

 

~ TAMAT ~


SINOPSIS “Kisah Nabi Yusuf”

Disusun oleh:

Anggraini Aliffatul Laili (08/XI IA-3)

Di antara sunnatullah (hukum Allah) adalah bahwa Allah Ta’ala memberikan cobaan kepada pengemban dakwah sebelum menjadikannya berkuasa di muka bumi. Inilah sunnatullah yang tidak akan berubah seperti yang diterangkan dalam firman Allah Ta’ala,“(Demikianlah) hukum Allah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada hukum Allah itu.”(QS. Al-Fath: 23).

Adalah Nabi Yusuf Alaihissalam salah seorang pengemban dakwah itu. Dia pernah digoda dan dirayu oleh seorang istri penguasa di zamannya dengan perhiasan dan keindahan parasnya. Peristiwa ini disebutkan dalam firman Allah Ta’ala“Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata, “Marilah mendekat kepadaku.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang yang zhalim itu tidak akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23)

Sungguh Allah Ta’ala telah menyelamatkannya dari perbuatan haram dan perzinaan. Lazim diketahui bahwa di usia muda, naluri seksual seseorang masih menggebu-gebu. Naluri ini merupakan makhluk buta yang tidak dapat melihat, makhluk tuli yang tidak bisa mendengar, makhluk bisu yang tidak bisa berbicara, naluri yang mendesak empunya untuk menyalurkannya dengan melakukan kemaksiatan dan dosa. Hal yang sama juga dirasakan Nabi Yusuf Alaihissalam, meskipun dia masih muda dan berada jauh dari pantauan orang-orang, meskipun dia hanya berdua dengan istri penguasa itu, akan tetapi dia lebih memilih untuk berpegang teguh dengan tali agama Allah sehingga Allah pun menjaga kehormatannya. Allah Ta’ala berfirman tentang perkataan istri penguasa tersebut, “Dan sungguh, aku telah menggoda untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak” (QS. Yusuf: 32). Penyebab Yusuf Alaihissalam terhindar dari kemaksiatan adalah seperti yang diterangkan Allah Ta’ala dalam firman-Nya, “Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf: 24). Sungguh, siapa saja yang mengingat Allah Ta’ala di waktu lapang Allah akan mengingatnya di waktu sempit.

Yusuf Alaihissalam lebih memilih ujian dalam urusan dunia dari pada diuji dalam urusan agama, sehingga dia pun mau mendekam di penjara walau dalam keadaan terzhalimi, sebab dia merasa bahwa dirinya hampir jatuh ke dalam jurang perzinaan dan kenistaan. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa “Tidaklah sempurna keimanan seseorang yang sedang berbuat zina.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Cobaan yang dilalui oleh Nabi Yusuf Alaihissalam sangat berat. Dia dijebloskan ke dalam penjara karena perbuatan yang tidak pernah dia lakukan sama sekali. Dia menerima semuanya dengan hati yang tenang dan menyerahkannya kepada Allah Ta’ala; sebab dia yakin bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi di dunia ini melainkan atas izin dan kehendak Allah Ta’ala. Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman, “Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh. Maka Tuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai waktu tertentu.” (QS. Yusuf: 33-35).

Yusuf Alaihissalam telah berhasil melalui berbagai cobaan yang berat, sehingga dia menjadi salah seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di negeri Mesir kala itu. Imam Syafi’i pernah ditanya, “Manakah yang lebih dahulu antara diuji atau mempunyai kedudukan?” Dia berkata, “Tidak ada seorang pun yang mempunyai kedudukan sebelum diuji terlebih dahulu.”

Yusuf Alaihissalam Seorang Dai yang Dipenjara

Meskipun dijebloskan ke dalam penjara karena fitnah yang dilontarkan seorang istri penguasa kepadanya, Yusuf Alaihissalam tetap berdakwah dan menyampaikan nasihat kepada orang lain yang berada di penjara bersamanya. Hal ini tergambar dalam firman Allah Ta’ala“Dan bersama dia masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara…” (QS. Yusuf: 36).

Setelah beberapa lama berinteraksi dengan Yusuf Alaihissalam, kedua pemuda itu dapat mengenal kepribadian dan budi pekertinya yang baik di samping ketakwaan dan keshalihannya. Oleh karena itu, ketika dua pemuda tersebut bermimpi maka mereka pun berkata kepada Nabi YusufAlaihissalam“Berikanlah kepada kami takwilnya. Sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang yang berbuat baik.” (QS. Yusuf: 36). Karakter dai sejati akan selalu terlihat kapan pun dan di manapun dia berada. Aqidah yang bersih, ibadah yang benar dan budi pekerti yang baik akan senantiasa terpatri dalam dirinya setiap saat, bahkan ketika berada dalam penjara dan mengalami kesulitan di dalam hidupnya.

Yusuf Alaihissalam membuktikan kenabiannya kepada mereka dengan takwil mimpi. Dia dapat mengetahui makanan apa pun yang akan diberikan sebelum sampai kepada mereka berdua. Ini adalah pengetahuan tentang sesuatu yang gaib. Tidak ada seorang pun yang mengetahui hal-hal yang gaib selain Allah dan orang-orang diberitahu Allah di antara para Nabi dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman, “Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya.” (QS. Al-Jinn: 27).

Sifat rendah hati Yusuf Alaihissalam terlihat oleh teman-temannya di penjara ketika menyandarkan ilmu yang diketahuinya kepada Pemiliknya yang hakiki, yakni Allah Ta’ala dengan mengatakan, “Itu sebagian dari yang diajarkan Tuhan kepadaku.” (QS. Yusuf: 37). Ini adalah salah satu metode Nabi Yusuf Alaihissalam dalam mengajak mereka untuk beriman kepada Allah dan mengesakan-Nya. Dialah Allah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu dan Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan bumi.

Salah satu bentuk pengaplikasian tauhid di dalam kehidupan sehari-hari adalah sikap loyalitas dan anti loyalitas yang dapat dilakukan dengan mengingkari perbuatan syirik dan penyembahan terhadap berhala. Yusuf Alaihissalam telah menyatakannya secara eksplisit kepada kaumnya dan mengajak mereka untuk beriman kepada Allah Ta’ala dengan menuturkan, “Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka tidak percaya kepada hari akhirat.” (QS. Yusuf: 37).

Nabi Yusuf Alaihissalam mengikuti metode dakwah para pendahulunya dari Nabi dan Rasul yang telah diutus kepada kaumnya masing-masing. Dia bukan orang yang melakukan perbuatan bid’ah dalam kenabian dan urusan agama, namun dia adalah pengikut setia agama yang benar. AllahTa’ala menerangkan perkataan Nabi Yusuf Alaihissalam dalam firman-Nya, “Dan aku mengikuti agama nenek moyangku: Ibrahim, Ishaq dan Ya‘qub. Tidak pantas bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah.” (QS. Yusuf: 38). Nabi Yusuf Alaihissalam pun menyandarkan semua nikmat yang diterimanya kepada Allah semata dengan menyatakan, “Itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya); tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (QS. Yusuf: 38)

Setelah itu, Yusuf Alaihissalam berdialektika dengan teman-temannya di penjara mengenai tuhan-tuhan yang selama ini mereka sembah. “Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Mahaesa, Maha perkasa?” (QS. Yusuf: 39). Allah adalah Tuhan yang sebenarnya dan apa saja yang diseru selain Allah adalah batil. Sebab, tuhan-tuhan yang disembah kaumnya dibuat oleh tangan-tangan mereka sendiri dan mereka pula yang memberinya nama. Sesembahan yang mereka anggap sebagai Tuhan itu tidak dapat mendatangkan manfaat dan menolak bahaya untuk dirinya apalagi untuk orang lain.

Yusuf pun menyoroti masalah urgen dalam hal mengesakan Allah yaitu masalah hukum dan pemerintahan. Hal ini harus dijalankan sesuai dengan rambu-rambu yang telah diatur oleh Allah Ta’ala, dan tidak boleh dipersembahkan untuk Tuhan selain Allah atau pun manusia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua ibadah harus diniatkan hanya untuk Allah.

Yusuf Berperan Sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan dan Pertanian

Kisah Yusuf Alaihissalam yang berperan sebagai menteri perencanaan pembangunan dan pertanian dimulai ketika dia menafsirkan mimpi raja. Yusuf Alaihissalam adalah salah seorang Nabi yang dikaruniai Allah Ta’ala kemampuan menafsirkan mimpi di masanya. Pada saat menjalani hukum di penjara dia harus menafsirkan mimpi orang yang memusuhinya yakni raja Mesir pada zaman itu. Yusuf Alaihissalam tetap menyebutkan tafsir mimpi yang benar dan memberi saran yang baik kepada sang raja tanpa mengharapkan imbalan moril maupun materiil. Allah Ta’alaberfirman, “Dan raja berkata (kepada para pemuka kaumnya), “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering. Wahai orang yang terkemuka! Terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan mimpi.” (QS. Yusuf: 47)

Pada saat itu tidak seorang pun yang mampu menakwilkan mimpi tersebut dan para pejabat kerajaan mengatakan, “Itu adalah mimpi-mimpi yang kosong.” Salah seorang teman Yusuf yang pernah berada di penjara bersamanya meminta kepada raja untuk memberitahukan mimpi yang dialaminya itu kepada Yusuf; karena dia pernah menakwilkan mimpi yang alaminya.

Setelah mendengarkan pemaparan utusan raja, Yusuf menyusun strategi jitu dalam jangka 15 tahun untuk menyelamatkan negara dari bencana kelaparan. Seperti ditafsirkan, bahwa akan datang musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga diperlukan strategi agar rakyat Mesir mempunyai cadangan pangan yang cukup. Allah Ta’ala berfirman, “Dia (Yusuf) berkata, “Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan.” (QS. Yusuf: 47).

Masyarakat dihimbau untuk mengkonsumsi makanan secukupnya agar dapat menyisakannya sedikit untuk masa paceklik dan krisis bahan pangan. Allah Ta’ala berfirman, “Kemudian setelah itu akan datang tujuh (tahun) yang sangat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan.” (QS. Yusuf: 48).

Di masa paceklik dan krisis bahan pangan rakyat akan bergantung kepada cadangan pangan yang mereka miliki. Jika orang-orang tidak memiliki persediaan makanan yang cukup maka apa yang harus mereka lakukan dalam situasi yang sulit ini? Tidak diragukan lagi mereka harus berutang kepada orang lain. Seperti yang dikatakan pepatah, utang membuat gelisah di malam hari dan membuat malu diri sendiri di hadapan orang lain pada siang hari.

Setelah masa sempit datanglah masa kejayaan, dan setelah kegelapan terbitlah fajar. Itulah tahun ke-15 seperti yang ditakwilkan oleh Nabi Yusuf Alaihissalam. Pada masa itu hujan turun membasahi bumi yang membuatnya hijau dan tanaman pun tumbuh di mana-mana, sehingga banyaklah pohon yang berbuah dan dapat dipetik manusia dengan mudah. Allah Ta’ala berfirman, “Setelah itu akan datang tahun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup) dan pada masa itu mereka memeras (anggur).” (QS. Yusuf: 49).

Demikianlah yang ditafsirkan oleh Yusuf Alaihissalam. Dia pernah diminta untuk pergi menemui raja, namun dia menolak sampai dibuktikan bahwa dia benar-benar tidak bersalah terkait fitnah yang dialamatkan kepada dirinya. Dia berharap pengadilan bersedia membuka kembali berkas kasusnya dan membuktikan siapa sebenarnya yang bersalah sehingga pengadilan merehabilitasi namanya. Dan memang benar, Yusuf Alaihissalam tidak bersalah sama sekali, dia berada di pihak yang benar. Kebenarannya ibarat sinar matahari pada siang hari, cahaya bulan di malam hari dan cahaya fajar di waktu subuh. Istri penguasa yang memfitnahnya mengakui kesalahannya. Wanita itu bersaksi bahwa dialah yang melakukan konspirasi terhadap Yusuf Alaihissalam. Kesaksiannya diperkuat oleh perempuan-perempuan yang melukai tangannya sendiri dengan pisau tanpa sadar ketika melihat Yusuf Alaihissalam menemui mereka. Yusuf Alaihissalam pun keluar dari penjara dalam keadaan terhormat menuju istana raja. Allah Ta’ala berfirman, “Istri Al-Aziz berkata, “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya, dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar.” (QS. Yusuf: 51).

Yusuf Alaihissalam seorang pesakitan yang dulunya berada di penjara dan sekarang diangkat menjadi seorang menteri. Tidak ada keraguan bahwasanya seseorang tidak disyariatkan untuk menggangap dirinya suci dan tidak pula meminta-minta jabatan. Namun apabila tidak seorang pun yang kapabel dalam sebuah jabatan maka dia harus berada di garis terdepan untuk memangkunya. Sebab, dia adalah Nabi yang selalu menerima wahyu dari Allah, sehingga dia tidak takut dihinggapi rasa sombong dan takabur. Allah Ta’ala berfirman, “Dia (Yusuf) berkata, “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan.” (QS. Yusuf: 51). Sifat amanah sangat ditekankan bagi para pemangku jabatan seperti menteri. Sebab, harta kekayaan negara berada di bawah kekuasaannya, dialah yang mendistribusikannya tanpa ada pihak mengawasinya. Sehingga seorang menteri atau bendaharawan harus mempunyai kredibilitas yang tinggi. Karakter pribadi Yusuf inilah yang mengantarkannya kepada kedudukan yang mulia, oleh karena itu sifatnya sebagai seorang yang pandai menjaga amanah disebutkan sebelum sifatnya sebagai orang yang berpengetahuan seperti yang digambarkan ayat di atas.

Dalam firman Allah Ta’ala di atas juga dapat kita pahami bahwa semua kekayaan negeri Mesir sangat cukup untuk penduduknya jika dikelola oleh seorang pemimpin yang amanah dalam tugasnya, mampu memberdayakan potensi yang ada di negeri ini, sanggup mengerahkan seluruh kemampuannya, dan bisa menciptakan inovasi-inovasi yang hebat.

Kisah Yusuf Alaihissalam ini berakhir bahagia karena Allah Ta’ala menganugerahkan kedudukan kepadanya di negeri Mesir. Tidak ada yang terjadi di dunia ini kecuali atas kehendak Allah Ta’ala. Inilah petunjuk Allah kepada Nabi Yusuf Alaihissalam. Peran Yusuf Alaihissalam hanyalah menjalankan tugasnya secara profesional dan proporsional, sementara pahala hanya berasal dari Allah semata bukan dari manusia. Allah Ta’ala berfirman, “Kami melimpahkan rahmat kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Yusuf: 56)


 

 

 

Disusun oleh :

Nama             : Uswatun Khasanah

No                  : 35

Kelas              : XI IA 3

Sinopsis buku

Karya                         :  S.Royani Marhan

Judul                         :  Kiamat dan Akhirat

Penerbit                    :  Erlangga

Jumlah halaman          :  163 halaman

 

KIAMAT DAN AKHIRAT

 

Manusia sejatinya harus mempercayai hari kiamat, karena hari kiamat itu benar adanya. Dan Allah SWT telah menyebutkan dalam Rukun Iman yang salah satunya mempercayai hari akhir (hari kiamat). Manusia adalah makhluk yang pasti mati. Tinggal kapan waktunya hanya Allah SWT lah yang tahu.

Sebelum datangnya kiamat tentu ada tanda-tanda datangnya kiamat. Kiamat dapat terbagi menjadi 2 : yaitu kiamat besar dan kiamat kecil. Di zaman sekarang sudah banyak tanda-tanda kiamat kecil, seperti banyaknya perzinahan, bangunan-bangunan yang tinggi dan hilangnya budaya malu. Sedangkan tanda-tanda kiamat besar yaitu munculnya Dajjal, datangnya Nabi Isa AS, matahari terbit dari barat, munculnya Ya’jujj dan ma’juj dan hancurnya Ka’bah.

Pada kiamat nanti munculnya Dajjal dengan 70.000 pengikutnya (orang-orang Yahudi). Nabi Isa AS diturunkan Allah SWT ke bumi untuk membunuh Dajjal dan untuk memberitahukan kepada orang-orang kafir bahwa yang di salib itu bukan Nabi Isa AS. Dan Nabi Isa AS di turunkan ke bumi untuk meyedarkan manusia dari fitnah Dajjal.

Dan setelah beberapa tahun kemudian Allah SWT memerintahkan malaikat Israfil AS untuk meniup terompetnya. Tiupan pertama untuk mematikan semua makhluk Allah SWT yang di bumi. Dan terompet kedua (hari berbangkit) untuk membangkitkan manusia dari alam kubur.

Setelah itu manusia akan di giring menuju Padang Mahsyar oleh malaikat-malaikat Allah SWT. Mereka di giring, bukan hanya berjalan menggunakan kakinya, namun ada juga yang berjalan dengan di seret wajahnya, perutnya, bahkan ada yang menggunakan kepala karena kakinya berada di atas kepala. Itu semua tergantung pada amal shalih tiap-tiap orang.

Selanjutnya mereka akan di hisab amal perbuatannya di dunia. Yaitu manusia dari Nabi Adam AS sampai manusia di akhir zaman nanti. Di dalam hari perhitungan seluruh anggota badan akan bersaksi. Dan yang pertama di hisab adalah shalatnya.

Kemudian manusia akan di giring menuju Jembatan Shirath. Ada yang dapat melewati jembatan tersebut secepat kilat, dan ada juga yang berjalan sangat pelan. Surga adalah kehidupan yang menyenangkan, indah, penuh dengan kenikmatan yang bersifat kekal. Sedangkan Neraka adalah kehidupan yang mengerikan, penuh siksaan, menakutkan dan bersifat kekal abadi juga.

Orang yang durhaka kepada Allah SWT akan di giring menuju neraka jahanam dalam berbagai keadaan, ada yang digiring dengan mata yang melotot, wajahnya hangus (hitam) dan mulutnya terkunci. Di dalam neraka mereka hanya di beri minum dari darah, nanah dan api, yang apabila di minum dapat memutus usus dalam perut.

Orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dan selalu menjauhi larangannya maka ia akan di tempatkan di surga. Surga adalah tempat yang di dalamnya terdapat kenikmatan, kelezatan, kemewahan, kebahagiaan  yang kekal abadi. Orang yang pertama masuk surga adalah Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-Shidiq. Mereka adalah orang-orang yang bertaqwa, beriman, menaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya.

Dan di surga mengalirlah sungai-sungai di bawahnya. Air sungai tersebut bermacam-macam ada yang berupa susu, madu, bahkan khamr. Dan kebanyakan peghuni surga berasal dari umat Nabi Muhammad SAW. Beliau menyebutkan bahwa penghuni surga berjumlah 120 shaf (barisan), di mana 80 shaf atau 2/3 darinya adalah umat beliau.

Dari sinopsis di atas kita dapat simpulkan bahwa kita di akhirat kelak akan mengunduh hasil yang kita tanam di dunia. Allah memerintahkan di dunia bukan untuk bersenang-senang namun, untuk mencari bekal kehidupan di akhirat kelak. Oleh sebab itu, marilah kita meningkatkan keimanan kita kepada Allah, mematuhi ajarannya, dan menjauhi larangannya. Ingat lah kita hidup di dunia ini hanya lah sementara, hanya di akhirat kita akan kekal abadi.

PESAN ISTRI SETIA

INDAH TRI WAHYUNINGSIH     ( 23 / XI-IA 3 )


Pesan Istri Setia

Pada zaman dahulu di pesisir Kalimantan Barat banyak terdapat kota untuk berdagang yang sangat ramai. Dan banyak para saudagar/pedagang yang berada disana, salah satunya adalah seorang saudagar yang sangat kaya sehingga ia sering disebut sebagai saudagar borong karena selalu memborong barang-barang dagangan dalam jumlah yang besar. Walaupun saudagar borong itu orang yang sangat kaya raya tetapi beliau mempunyai sifat yang rendah hati, dermawan, ia juga dikenal sebagai orang yang santun terhadap fakir miskin. Oleh karena itu, masyarakat banyak yang mendoakan dan kejayaannya saudagar borong.

Saudagar borong mempunyai 4 orang istri yang sangat cantik dan menawan. Tetapi istri yang ke-empat atau istri yang terakhir saudagar borong ini mempunyai tingkah yang sangat berbeda dan mempunyai perilaku yang baik serta wanita shalehah, taat beribadah dan setia kepada suaminya. Oleh karena itu, saudagar borong sangat menyanyangi istri yang ke-empatnya dan sebaliknya dia malah dibenci para istri-istri saudagar borong karena pusat perhatiannya dan kasih sayangnya hanya diberikan kepada istri yang ke-empat. Ke-tiga istri saudagar borong tersebut mempunyai sifat yang buruk, mereka tidak setia kepada suaminya. Jika suaminya sedang pergi berlayar jauh ke-tiga istrinya tersebut selalu pergi dan mempergunakan uang dengan seenaknya sendiri serta membeli barang-barang yang tidak berharga dengan harga yang tinggi.

Pada suatu ketika saat saudagar borong ingin pergi berlayar ke Negeri Sebrang, saudagar borong tidak pernah lupa untuk menayakan oleh-oleh yang diinginkan istri-istrinya. Ada yang ingin perhiasan 24 karat, liontin bermata berlian, kain sutera dalam jumlah yang besar, tetapi berbeda dengan istri yang keempat saudagar borong dia meminta dibelikan akal yang sehat. Saat itu juga saudagar borong bingung dan merasa aneh dengan permintaan istrinya ini, dengan rasa anehnya saudagar borong hanya terdiam,diamnya itu berarti saudagar borong setuju. Akhirnya saudagar borong pergi berlayar dengan kapal yang biasanya dipakai oleh saudagar borong.

Setelah beberapa bulan saudagar borong pergi berlayar, pesanan yang diminta istri-istrinya sudah terpenuhi semua kecuali permintaan istrinya yang keempat. Beliau sudah berlayar ke beberapa negeri tetapi tidak ada yang menjual akal sehat, malah saudagar borong dikatan tidak waras (gila) mana ada orang yang menjual akal sehatnya sendiri ?. Akhirnya saudagar borong memutuskan untuk pulang ke Kalimantan Barat. Tiba-tiba kejaiban terjadi, setiap kali kapalnya ingin kembali k eke Kalimantan Barat, setiap kali juga kapalnya diguncangkan oleh angin rebut. Peristiwa itu seolah-olah merupakan pesan dari istrinya yang keempat. Maka dari itu, saudagar borong memutuskan untuk tidak kembali terlebih dahulu sebelum pesanan dari istrinya yang keempat tersebut ia dapatkan. Pada suatu saat, saudagar borong bertemu dengan anak kecil di tepi pantai. Kemudain anak itu berkata “ maaf, ada apa pak kelihatannya anda sedang bingung. Apakah yang anda pikirkan pak ?. Saudagar borong pun menjawab “ iya nak saya sedang bingung saya sedang mencari dimana saya harus membeli akal yang sehat itu permintaan istri saya”. Lalu anak itu tertawa terbahak-bahak. Apakah kau juga menganggapku gila nak, mengapa kau tertawa ?, ucap saudagar borong. Kemudian anak itu menjawab “ tidak pak, maafkan saya. Begini pak, di daerah ini ada seorang kakek tua yang arif dan bijaksana, beliau mempunyai pengetahuan yang luas. Namun orang tersebut aneh walaupun kakek tersebut tinggal di daerah sini jarang ditemukan keberadaannya, serta sifatnya pun sangat aneh. Mungkin bapak dapat meminta bantuan nasihat kepadanya”. O iya nak terimakasih ya nak atas saranmu kalalu begitu bapak pergi dulu” ucap saudagar borong. Akhirnya saudagar borong tersebut mencari-cari kakek tua, tersebut 6 hari telah berjalan uang sakunya sudah habis karena sudah disedekahkan kepada para nelayan yang menderita. Saat pagi yang bersinar terang, tiba-tiba pandangan saudagar borong tertuju pada kakek tua yang sedang memakai jubah putih dan duduk diatas batu di tepi pantai. Perlahan-lahan saudagar borong menghampiri kakek tua tersebut. Setelah berkenalan, saudagar borong menceritakan maksudnya serta segala peristiwa yang terjadi padanya. Kemudian kakek tua tersebut mula-mula diam dan akhirnya berkata, “ engkau terlalu banyak istri tetapi ketiga istrimu itu tidak setia padamu. Namun kamu tidak boleh menyalahkan mereka, oleh karena itu ceraikan mereka menurut hukum islam yang berlaku.cukup satu orang saja yang menjadi istrimu”. Kemudian saudagar borong menjawab,” apa yang harus saya lakukan untuk memilih diantara mereka mana yang setia kepada ku ?”. akhirnya kakek itu menjelaskannya lebih lanjut. “ kalau engkau nanti kembali ke Kalimantan Barat dan ketika kapalmu telah mendekati pesisir Kalimantan Barat, janganlah terburu-buru pergi ke pelabuhan.  Tetapi biarkan kapalmu berlabuh di tengah, kau pergi ke darat dengan perahu saja. Engkau harus berpakaian compang-camping dan basah kuyup, katakan pada istri-istrimu bahwa kapalmu tenggelam, perniagaan rugi dan utang bertumpuk”. Akhirnya saudagar borong mendengar nasihat kakek tua itu dan berterima kasih terhadap kakek tersebut. Kemudian beliau pergi pulang dan selama 6 hari, kapalnya memasuki selat karimata dan hampir mendekati pelabuhan. Saudagar borong memerintahkan kepada nahkodanya agar memberhentikan kapalnya ditengah. Hal itu dilakukan sesuai dengan perkataan kakek tua tersebut. Saudagar borong mendarat dengan perahu dengan baju yang compang camping. Akhirnya saudagar borong berjalan kaki menuju rumah istrinya yang pertama. Saat saudagar berjalan ke rumah istrinya yang pertama, istrinya bergegas membukakan pintu. Tetapi setelah istrinya tau bahwa suaminya terlihat orang yang sangat menderita , istrinya mengusir suaminya tersebut karena dengan keadaan suaminya yang sekarang penuh dengan hutang. Demikian pula dengan istri yang kedua dan yang ketiga. Akhirnya saudagar borong sampai di rumah istrinya yang keempat. Disini ia mendapat sambutan yang istimewa, istrinya langsung membawakan handuk dan pakaian untuk ganti suaminya. Dan saudagar borong dirawat dengan penuh kasih sayang.

Keesokan harinya saudagar borong menceraikan ketiga istrinya. Setelah mengetahui keadaan saudagar borong ketiga istrinya tersebut menyesal karena telah memperlakukannya dengan keras dan tidak setia pada suaminya. Akan tetapi, apa hendak dikata nasi sudah menjadi bubur. Selanjutnya saudagar borong hidup dengan istri yang keempat dengan penuh kebahagiaan dan dikaruniai seorang anak yang baik, sopan serta sholeh dan sholehah.

Islam di sudut Arizona 2 ; Sahabat yang datang dan pergi

Inayah Wulandari (XI IA-3)


 

Judul          : Islam di sudut Arizona 2 ; Sahabat yang dating dan pergi

Penulis      : Linda D.Delgado

Penerbit   : Tiga Serangkai

Tahun        : 2005

Genre        : Novel islam – Islamic Rose Books

Tebal         : 200 Halaman

ISBN           : 978 – 979 – 668 – 653 – 8

 

Dahi Rose berkerut dan sudut bibirnya turun seperti mangkuk yang terbalik. Rose duduk di lantai kamar sembari menatap lemari pakaiannya yang terbuka. Tahun ini lemari itu dipenuhi blus, celana, rok dan gaun berwarna-warni.Dia bingung untuk menentukan apa yang akan di kenakan untuk ke sekolah barunya. Perasaan Rose bercampur aduk antara ragu dan takut. Semenjak prasekolah dia selalu masuk sekolah Kristen swasta dan tidak pernah mengkhawatirkan pakaian yang akan di kenakannya karena semua temannya mengenakan seragam sekolah yang sudah diharuskan. Setiap kali memikirkan sekolah barunya, Rose merasa ada sesuatu yang menggelikan diperutnya. Nenek bilang perasaan geli itu muncul karena Rose merasa gugup. Rose bilang pada buku jurnalnya jammie, bahwa itu bukan rasa gugup hanya saja Rose merasa takut.Rose mengeluh akan sekolah barunya. Akhirnya keluhan Rose bias teratasi setelah semuanya diceritaknan kepada neneknya.

Keesokan harinya, Rose bangun tidur pagi-pagi sekali karena dia harus buru-buru ke rumah nenek untuk meminta pendapat pakaian mana yang cocok untuk pertama kali ke sekolah barunya. Setelah semuanya selesai Rose berangkat sekolah diantar kakeknya. Setelah sampai di sekolah beberapa menit kemudian mereka berjalan ke halaman kelas empat dan enam. Tiba-tiba saja Rose melihat gadis yang bersandar di dinding gedung sekolah. Gadis itu tampak sendirian. Kepalnya ditutup dengan jilbab. Rose sangat terkejut. Dia tidak mengira akan bertemu seorang gadis muslim disekolah ini. Bel masuk pun telah tiba sesampainya dikelas Rosemelihat gadis berjilbab itu masih menundukkan kepalanya.Pintu ruang kelas di buka Bu Rodriguuz tersenyum pada tiap anak yang mulai memasuki kelas. Setelah semua murid duduk dibangku yang sudah ditentukan, Rose menatap kedua temannya dengan ramah dan mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan namanya, kedua anak itu tidak menjawab. Mereka berbisik-bisik sambil menatap Camelia.

Pagi seperti berlalu begitu saja. Bagi Rose sampai tiba-tiba bel istirahat berbunyi. Selama istirahat siang Rose hanya berdiri bersandar di dinding sekolah sambil melihat teman-teman lainnya bermain dan bercakap-cakap. Bel istirahat berbunyi, setelah Rose membujuk Camelia agar mau berbicara . mereka menuju barisan untuk kembali masuk kelas. Rose gelisah menanti-nanti bel tanda berakhir hari ini. Setelah pulang skolah Rose bergegas menghampiri neneknya untuk bercerita tentang sekolah pertamanya. Keesokan paginya dan hari-hari berikutnya diminggu itu Rose dan Camelia selau bertemu ditembok luar kelasnyadi dekat pintu masuk. Mereka juga makan siang dan menghabiskan waktu bersama selama istirahat. Yang akhirnya Rose dan Camelia bertemu dengan teman barunya kembali yaitu Ruby. Hari Jumatminggu pertama sudah tiba dan tidak ada perubahan sikap anak-anak dikelasnya terhadap Camelia dan Ruby. Sambil menunggu bel pulang sekolah, Rose duduk dikursinya dan berpikir tentang masalah teman-teman dikelasnya. Dan akhirnya Rose mendapatkan ide yang cemerlang. Hari yang ditunggu-tunggu Rose pun telah tiba, Rose bertemu dengan Camelia dan Ruby, Rose memberikan sebuah pin yang sudah dirancang oleh Rose untuk dipakai oleh kelompok yang bernama Hijab-Ez. Hijab-Ez ini terdiri dari Rose, Camelia, Ruby. Tak lama kemudian Christina Gomes pun juga ingin bergabung menjadi seorang Hijab-Ez. Setelah rencana ini berhasil Rose menceritakan kepada neneknya dan juga Fahd dan Abdul. Fahd dan Abdul adalah seorang perwira polisi asal Arab Saudi yang tinggal di rumah nenek selama 1 tahun.

Hari Sabtu Rose mempunyai acara yaitu mengunjungi Persekutuan Remaja Putri. Rose sangat senang sekali karena dia bias bertemu dengan teman-teman lamanya. Rose menceritakan tentang sekolah barunya, akan tetapi salah satu teman Rose yang bernama Heather telah membuat Rose kecewa karena sekolah barunya Rose dianggap sekolah kumpulan anak-anak pecundang dan sekolah umum sangatlah jelek. Akan tetapi Rose tidak mengeluh akibat perkataanya Heather.

Liburan musim dingin pun telah tiba. Rose ingin mengundang teman-teman untuk menginap saat liburan. Dia ingin membeli beberapa ornament dan ingin Hijab-Ez bisa membantu menghias pohon natal. Akan tetapi, Rose bingung apakah dia harus mengundang Camelia. Setelah bertanya kepada nenek, Fahd, dan Abdul Rose memutuskan untuk membuat dua pesta. Itu akan membuat Camelia merasa tidak ditinggalkan.

 


MAN 1 Sragen.

isuzu cikarang isuzu cikarang bekasi jakarta isuzu giga isuzu giga isuzu giga isuzu elf isuzu panther Dealer Isuzu Bekasi Cibitung Cikarang isuzu elf isuzu giga elf sparepart isuzu kredit isuzu harga isuzu promo isuzu dealer isuzu isuzu isuzu mobil isuzu bekasi isuzu online isuzu kita promo isuzu promo isuzu isuzu giga isuzu panther isuzu elf paket umroh Resep Masakan Resep Masakan